Feneomena Banjir Pontianak
Fenomena Banjir di Pontianak

Sumber:Kalbar-Antaranews.com diakses pada tanggal 25 September 2021
Banjir adalah peristiwa bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.Kota Pontianak adalah salah satu wilayah yang secara geografi memiliki topografi rendah dan datar sehingga sering mengalami banjir/genangan saat musim penghujan dan air laut pasang tinggi. Hujan intensitas yang tinggi disertai pasang surut sungai merupakan penyebab utama banjir di Pontianak.Banjir yang sering terjadi di Pontianak biasanya disebabkan karena faktor kondisi alam,salah satunya ialah karena curah hujan yang tinggi.
Berikut ini merupakan Gambar Peta Prakiraan Curah Hujan di Kalimantan Barat menurut BMKG
Kota Pontianak terletak pada garis khatulistiwa yaitu garis lintang 0° yang dimana letak Pontianak tersebut mempengaruhi kondisi iklim di Pontianak.Karena terletak di garis kathulistiwa,Kota Pontianak memiliki suhu sekitar 28°C - 32°C dengan kelembapan udara 86%-92%.Hal ini disebabkan karena gerak semu matahari yang selalu berada hampir mendekati garis ekuator atau gairs kathulistiwa.Karena memiliki suhu udara yang sangat tinggi,air di sungai dan lautan di sekitar Pontianak akan mengalami penguapan,terutama letak Pontianak dilalui 2 aliran sungai yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Landak.Penguapan tersebut menyebabkan curah hujan di Pontianak yang sangat tinggi berkisar 300-400 mm.Curah Hujan yang tinggi menyebabkan daerah di wilayah Pontianak sering mengalami hujan yang deras sehingga daerah pontaianak sangat rawan bencana alam berupa banjir.Terutama letak Pontianak yang dilalui sungai Kapuas akan serinng mengalami banjir karenai suangai kapuas yang meluap.
Sumber:Kumparan.com diakses pada 25 September 2021Tingkat Kerawanan Banjir di Kecamatan Pontianak barat dan Pontianak kota di klasifikasikan menjadi tiga yaitu, Rawan, Cukup Rawan, dan Tidak Rawan. Secara umum Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota yang memiliki potensi kerawanan banjir berdasarkan klasifikasi yaitu sebeagai berikut
a. Wilayah dengan tingkat rawan seluas 621 Ha (21%) yang meliputi wilayah Kelurahan Darat Sekip, Pal Lima, Sungai Bangkong, Sungai Beliung, Sungai Jawi, Sungai Jawi Luar, Marina, Tengah, dan Sungai Jawi dalam.
b. Wilayah dengan tingkat cukup rawan seluas 2282 Ha (77%) yang meliputi wilayah Kelurahan Darat Sekip, Pal Lima, Sungai Bangkong, Sungai Beliung, Sungai Jawi, Sungai Jawi Luar, Marina, Tengah, dan Sungai Jawi dalam.
c. Wilayah dengan tingkat tidak rawan seluas 68 Ha (2%) yang meliputi wilayah Kelurahan Sungai Bangkong dan Sungai Jawi
Bencana alam berupa banjir menyebabkan dampak negatif kepada masyarakat penduduk Pontianak.Bencana alam banjir ini menyebabkan perumahan penduduk di Pontianak terendam oleh genangan air akibat banjir sehingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah rumah rumah/tempat tinggal penduduk Pontianak .Selain itu ladang pertanian dan perkebunan seperti padi,teh kopi dan jeruk juga mengalami kerusakan.Ladang pertanian dan perkebunan yang terendam atau tergenang air akibat Hujan.Banjir tersebut akan menimbulkan gagal panen sehingga menyebabkan masalah perekonomian dan kelangkaan bahan pangan di Kota Pontianak.
Sumber:https://kalbar.inews.id/berita/pontianak-banjir-sejumlah-kawasan-dataran-rendah-terendam-air(25 September 2021)


Komentar
Posting Komentar